JADILAH NOMOR SATU

Sabtu, 12 Maret 2016

MENYEMAI IMAN

IBADAH PADANG
PWJ TUNTIM
13 Maret ‘16
BERAPAPUN HARGANYA TETAP
 BERHARAP DAN BERJUANG


http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2009/01/prodigal-son-2.jpg


Bacaan: Mazmur 126:1-8; Yakobus 5:7-11

Dalam suasana pra-paskah, kita diajak untuk mawas diri dengan melakukan perubahan karakter. Perubahan karakter ini menjadi tanda pertobatan selaku orang yang percaya. Ada pepatah jawa mengatakan “watuk kena ditambani, nanging watek ora”. Pada kenyataan di dalam Alkitab kita dapat menemukan adanya perubahan karakter atau watak tokoh-tokoh Alkitab.Kuncinya terletak pada niat atau kehendak diri. Perubahan karakter tentu akan berdampak terhadap persembahan diri kepada Tuhan secara total sehingga menuju kepada kesempurnaan cinta manusia kepada-Nya.

Kisah Perumpamaan Anak yang hilang dalam (Luk 15:11-32) mengingatkan kepada kita begitu besarnya kasih setia Allah kepada umat-Nya, bahwa kasih Allah seperti kerinduan seorang akan kepulangan anak yang dikasihinya, walaupun anaknya tersebut telah banyak berbuat kesalahan dan dosa, namun sang bapa menerima kembali anak yang hilang tersebut.
Dalam pembahasan Mazmur 126:1-6 ini, tidak terlepas dari kisah tentang anak yang hilang tersebut, lebih tepatnya kelanjutan dari segi pengajarannya, bahwa setelah Allah mengangkat kita kembali dari kuasa dosa, maka Tuhan akan melakukan pemulihan dalam hidup kita.
Sungguh Tuhan memperingatkan kita bahwa dosa itu sungguh menghancurkan kehidupan disegala bidang kehidupan. Kita bisa baca bagaimana bangsa Israel yang telah hancur karena dosa yang mereka perbuat, namun kasih setia Allah masih tetap menyertai mereka dan akhirnya memberikan pemulihan kepada mereka dengan memulangkan mereka ke tanah mereka. Disatu pihak mereka bersorak-sorai atas pemulihan yang telah Tuhan lakukan, namun di sisi yang lain mereka akan menangis menghadapi masa depan mereka, sebab mereka harus kembali memulai dari dasar. 
Di dalam Kristus, Allah menata ulang umatNya yang telah dirusak oleh dosa, pemulihan telah dilakukan oleh Allah melalui Yesus Tuhan dan Juruselamat kita. Hidup yang kita terima adalah anugerah dari kasihNya yang besar. Tuhan memberikan kita hidup yang baru dan Tuhan jugalah yang memberikan kita kehidupan. Sehingga apakah yang harus kita takutkan jika Tuhan yang memberikan kehidupan kepada kita?
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari Mazmur 126: 1-6 ini:
1.      Masa lalu adalah pelajaran
Bagi bangsa Israel pengalaman pahit hidup dalam pembuangan adalah pelajaran berharga bagi mereka, bahwa begitu pahitnya hidup didalam dosa.
2.      Masa sekarang adalah pengharapan
Yesus Kristus menjadi dasar pengharapan dan hanya di dalam Dialah kita berpengharapan. Yesus telah memperlihatkan karya penyelamatanNya dan yang akan terus bekerja dalam kehidupan manusia. Pengharapan kepada Tuhan Yesus membuka jalan agar Tuhan bekerja dan berkarya dalam hidup kita. Di dalam pengharapan itu ada iman kepercayaan yang walaupun itu mustahil bagi kita, namun pekerjaan Allah tidak akan dapat diselami oleh manusia. Pengharapan akan memberikan kita kekuatan dan optimis menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan kita ini. 
3.      Masa depan adalah kepastian
Kita dapat melihat di ayat 5 dan 6 kata “akan” dan “pasti”. Walaupun menabur benih harus mencucurkan air mata, namun ada kepastian. Kita juga mungkin banyak mendengar ada banyak kisah-kisah sukses bahkan mungkin cerita dari orangtua walaupun pada awalnya mereka banyak pergumulan dan tantangan, namun semuanya dapat di hadapi dan akan meraih kesuksesan. Kepastian hidup hanya kita terima dari Yesus. Manusia tidak selayaknya duduk diam berpangku tangan menunggu datangnya penyataan kasih TUHAN. Manusia harus berusaha, bekerja, berjuang, dan bergerak sembari mengokohkan harapannya pada masa yang mendatang.

Perjuangan hidup adalah “harga” yang harus “dibayar”manusia sambil menantikan penyataan pengharapannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar