IBADAH PADANG
PWJ TUNTIM
13 Maret ‘16
BERAPAPUN HARGANYA TETAP
BERHARAP DAN BERJUANG

Bacaan:
Mazmur 126:1-8; Yakobus 5:7-11
Dalam suasana pra-paskah, kita diajak untuk mawas
diri dengan melakukan perubahan karakter. Perubahan karakter ini menjadi tanda
pertobatan selaku orang yang percaya. Ada pepatah jawa mengatakan “watuk kena ditambani, nanging watek ora”. Pada
kenyataan di dalam Alkitab kita dapat menemukan adanya perubahan karakter atau
watak tokoh-tokoh Alkitab.Kuncinya terletak pada niat atau kehendak diri.
Perubahan karakter tentu akan berdampak terhadap persembahan diri kepada Tuhan
secara total sehingga menuju kepada kesempurnaan cinta manusia kepada-Nya.
Kisah
Perumpamaan Anak yang hilang dalam (Luk 15:11-32) mengingatkan kepada kita begitu
besarnya kasih setia Allah kepada umat-Nya, bahwa kasih Allah seperti kerinduan
seorang akan kepulangan anak yang dikasihinya, walaupun anaknya tersebut telah
banyak berbuat kesalahan dan dosa, namun sang bapa menerima kembali anak yang
hilang tersebut.
Dalam
pembahasan Mazmur 126:1-6 ini, tidak terlepas dari kisah tentang anak yang
hilang tersebut, lebih tepatnya kelanjutan dari segi pengajarannya, bahwa
setelah Allah mengangkat kita kembali dari kuasa dosa, maka Tuhan akan melakukan
pemulihan dalam hidup kita.
Sungguh
Tuhan memperingatkan kita bahwa dosa itu sungguh menghancurkan kehidupan
disegala bidang kehidupan. Kita bisa baca bagaimana bangsa Israel yang telah
hancur karena dosa yang mereka perbuat, namun kasih
setia Allah masih tetap menyertai mereka dan akhirnya memberikan pemulihan
kepada mereka dengan memulangkan mereka ke tanah mereka. Disatu pihak mereka
bersorak-sorai atas pemulihan yang telah Tuhan lakukan, namun di sisi yang lain
mereka akan menangis menghadapi masa depan mereka, sebab mereka harus kembali
memulai dari dasar.
Di dalam Kristus, Allah menata ulang
umatNya yang telah dirusak oleh dosa, pemulihan telah dilakukan oleh Allah
melalui Yesus Tuhan dan Juruselamat kita. Hidup yang kita terima adalah
anugerah dari kasihNya yang besar. Tuhan memberikan kita hidup yang baru dan
Tuhan jugalah yang memberikan kita kehidupan. Sehingga apakah yang harus kita
takutkan jika Tuhan yang memberikan kehidupan kepada kita?
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari
Mazmur 126: 1-6 ini:
1. Masa lalu adalah pelajaran
Bagi bangsa Israel pengalaman pahit hidup
dalam pembuangan adalah pelajaran berharga bagi mereka, bahwa begitu pahitnya
hidup didalam dosa.
2. Masa sekarang adalah
pengharapan
Yesus Kristus menjadi dasar pengharapan
dan hanya di dalam Dialah kita berpengharapan. Yesus telah memperlihatkan karya
penyelamatanNya dan yang akan terus bekerja dalam kehidupan manusia.
Pengharapan kepada Tuhan Yesus membuka jalan agar Tuhan bekerja dan berkarya
dalam hidup kita. Di dalam pengharapan
itu ada iman kepercayaan yang walaupun itu mustahil bagi kita, namun
pekerjaan Allah tidak akan dapat diselami oleh manusia. Pengharapan akan
memberikan kita kekuatan dan optimis menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan
kita ini.
3. Masa depan adalah kepastian
Kita dapat melihat di ayat 5 dan 6 kata “akan” dan “pasti”. Walaupun menabur benih harus mencucurkan air mata, namun ada
kepastian. Kita juga mungkin banyak mendengar ada banyak kisah-kisah sukses
bahkan mungkin cerita dari orangtua walaupun pada awalnya mereka banyak
pergumulan dan tantangan, namun semuanya dapat di hadapi dan akan meraih
kesuksesan. Kepastian hidup hanya kita terima dari Yesus. Manusia tidak
selayaknya duduk diam berpangku tangan menunggu datangnya penyataan kasih
TUHAN. Manusia harus berusaha, bekerja, berjuang, dan bergerak sembari
mengokohkan harapannya pada masa yang mendatang.
Perjuangan hidup adalah “harga” yang harus “dibayar”manusia sambil menantikan penyataan pengharapannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar