JADILAH NOMOR SATU

Jumat, 26 Februari 2016

renungan minggu 28 feb 16

FOKUS PADA PERTOBATAN

Manusia selalu berpikir dalam dua ketegangan, atas-bawah, jauh-dekat,salah-benar, surga-neraka. Cara berpikir demikian selalu mengakibatkan korban. Yang salah akan selalu mendapatkan hukuman, yang benar akan selalu mendapatkan anugerah atau pahala. Dalam keadaan seperti ini, sebuah peristiwa pasti akan dilihat dari perspektif ini. Kekurangan, kelaparan,penderitaan akan dilihat sebagai akibat dari salah atau dosa, sementara kesehatan, ketenangan dan kekayaan dilihat sebagai anugerah.

Yesus dengan sangat tegas menolak cara berpikir seperti ini. Dalam Lukas pasal 13 ayat 1-13, sangat tegas Yesus menunjukkan penolakan terhadap konsep berpikir ini.
"Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
Jawaban itu ditujukan kepada orang banyak yang  mndatangiNya untuk memperoleh pembenaran atas apa yang dipikirkan mereka. Inilah penyakit manusia, dan juga orang beragama, selalu meminta legitimasi atas konsep atau cara berpikir mereka. Untungnya Yesus menolak konsep berpikir seperti itu. Menurut Yesus, keberadaan hidup jasmaniah tidak berbanding lurus dengan pola hidup imaniah. Dalam hal ini yang Yesus pentingkan adalah PERTOBATAN. Pertobatan yang sejati, yang benar, yang sejalan dengan kehendak Tuhan. Pertobatan apakah itu? PERTOBATAN YANG MENGHASILKAN BUAH.
Mengapa hal itu yang ditekankan Yesus?Karena sering kata-kata pertobatan hanya sebagai ungkapan biasa tanpa memaknai, hanya kata-kata manis belaka namun tiada menghasilkan buah. Perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah semakin menegaskan pesan Yesus terkait pertobatan yang sejati,yang menghasilkan buah itu. Dalam pandangan Yesus, pertobatan merupakan fokus utama kehidupan manusia. Yesus tidak menolak ritus atau kesalehan agamawi, karena sering kesalehan itu hanya wujud kemunafikan.

Dalam narasi selanjutnya, Yesus memberi teladan bahwa pertobatan dengan tindakan sangat penting. Tindakan nyata itu melintasi aturan-aturan agama,karena Yesus memberi teladan dengan memberi contoh penyembuhan di hari Sabbat. Dalam konep kesalehan yahudi, sabbat adalah waktu untuk istirahat total, namun Yesus mendobraknya. Yesus memberi teladan seperti apa pertobatan yang menghasilkan buah,dan juga  memberi waktu untuk “Pohon ara” yang belum berbuah itu berbuah. Tinggal kita sebagai “Pohon Ara-Pohon Ara” jaman sekarang, sadarkah bahwa waktu yang ada pada kita sejatinya kesempatan untuk berbuah, sudahkah kita berbuah?


Selamat Melakukan Pertobatan Sejati

Rabu, 24 Februari 2016

Untung Ada Orang Gila

Untung Ada Orang Gila Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

George Bernard Shaw (26 July 1856 – 2 November 1950), pengarang drama terkenal dari Irlandia yang menerima sekaligus Hadiah Nobel Bidang Sastra (1925) dan Piala Oscar (1938), mengatakan: “Orang ‘waras’ menyesuaikan diri dengan dunia; sementara orang ‘tak waras’ terus gigih berusaha menyesuaikan dunia dengan dirinya. Karena itu, segala kemajuan tergantung pada orang yang ‘tak waras’.”

Senang sekali saya membaca kata-kata hebat itu dalam buku Robin Sharma, The Greatness Guide, jilid kedua. Saya jadi ingat tokoh-tokoh besar yang di jamannya ditertawakan atau bahkan dikucilkan orang karena gagasan atau cita-cita mereka.

Saya ingat para astronom seperti Nicolaus Copernicus, seorang pastur dan ilmuwan generalis serba bisa yang merevolusi paham lama mengenai pergerakan benda-benda angkasa yang secara harfiah disimpulkan dari kitab suci. Melalui bukunya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Peredaran Bola-bola Angkasa) ia menyajikan dasar-dasar astronomi modern, di tengah cercaan dan tentangan kaum kolot agama. Saya ingat Galileo Galilei yang membela Copernicus bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi, tetapi sebaliknya, d
... baca selengkapnya di Untung Ada Orang Gila Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 22 Februari 2016

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tak ada yang istimewa dalam hidup Rofan. Dia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dia mempunyai seorang kakak perempuan, satu adik cewek dan satu adik cowok. Kakak perempuannya sudah memiliki keluarga. Kini, ia sudah kelas 3 STM. Tapi, pikirannya justru terus memikirkan kemanakah kakinya akan melangkah demi uang untuk membantu ibunya. Ia pasti tak tega melihat kedua orang tuanya bekerja keras demi menyekolahkan kedua adiknya.

Rofan tahu bagaimana besar perjuangan kedua orang tuanya demi menyekolahkan ia dan juga adik-adiknya. Setelah lulus nanti, ia ingin bekerja agar bisa membantu keuangan keluarganya. Ibunya hanya penjual jamu, sedangkan ayahnya hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Dari situlah keinginannya begitu besar tertanam dalam hatinya. “Aku harus bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan juga adik-adikku. Aku tak ingin hidupku kelak dengan anak dan istriku seperti apa yang aku alami sekarang dengan kedua orang tua dan juga adik-adikku. Tapi, aku bukannya tidak bersyukur denganmu Ya Allah. Aku hanya ingin menyemangati diriku sendiri, agar aku selalu ingat dengan perjuangan kedua orang tuaku. Aku tahu, inilah cara yang engkau berikan agar aku terpacu dan bersemangat merubah keadaanku dan keluargaku.” Kata Ropan dalam hati.

“Fan, kenapa melamun?” Tanya Ary sambil tersenyum keheranan melihat Rofan melamun. Rofan pun tersenyum ma
... baca selengkapnya di Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 20 Februari 2016

untuk anak..

MEMBENTUK RASA PERCAYA DIRI ANAK
          Dalam tahap perkembangannya, anak selalu melewati tahap demi tahap. Tahapan untuk membentuk rasa percaya diri ini sangat perlu diperhatikan. Mengapa perlu diperhatikan? Rasa percaya diri merupakan dasar langkah awal bagi perkembangan anak ke tahap selanjutnya. Di sinilah orang tua yang ikut berperan dalam pembentukan rasa percaya diri anak.
Ada empat pilar dalam membentuk rasa percaya diri anak, yaitu
1.   Memiliki rasa pertalian atau ikatan
Rasa pertalian ini mempunyai hubungan dengan orang yang terdekat, seperti orang tua, saudara kandung, teman dan guru. Rasa pertalian ini juga ditentukan oleh besarnya kenyamanan, kehangatan, keamanan, pengertian dan itikad baik yang mewarnai hubungan.Kemarahan, frustasi dan komunikasi yang buruk akan merusak rasa pertalian.Dengan memiliki rasa pertalian atau ikatan yang kuat dengan orang lain yang dianggap penting akan membuat rasa percaya diri anak bertambah, karena dari situ  dia merasa ditrima, merasa dimiliki dan merasa dirinya berguna atau berharga bagi orang lain.
2.   Memiliki rasa keunikan
Membantu anak untuk merasa dirinya unik atau istimewa berarti, anak diberi banyak kesempatan untuk mengekspresikan dirinya (secara lisan, fisik, bermain dan dalam melaksanakan tugasnya). Memiliki rasa keunikan ini dapat meningkatkan percaya diri, karena dari situ ia dapat mengetahui bahwa dirinya berbeda atau istimewa dibandingkan orang lain.
3.   Memiliki rasa mampu
Memiliki rasa mampu yang kuat berarti, seorang anak merasa bisa memberlakukan pengaruhnya atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Untuk dapat seperti itu, seseorang yang belum merasa dirinya mampu perlu mempelajari keahlian-keahlian baru, diberi kesempatan untuk membuat suatu keputusan atau pilihan serta diberi dukungan untuk memikul tanggung jawab.Dengan adanya keyakinan bahwa dirinya memiliki kemampuan, secara otomatis rasa percaya diri itu akan tumbuh, karena dari situ ia merasa yakin bahwa ia mampu menghadapi semua yang ada di hadapannya.
4.   Memiliki rasa keteladanan

Menjadi teladan bagi orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, karena seseorang akan merasa bahwa dirinya menjadi panutan atau contoh bagi orang lain. “teladan” merupakan sumber efektif jika hal-hal yang ditiru akan menghasilkan pengalaman yang bermanfaat. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang maka makin besar pula rasa percaya dirinya bahwa ia mampu menghadapi pengalaman baru lainnya. 

Book Coaching: Menjadi Pendamping Penulis

Book Coaching: Menjadi Pendamping Penulis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dua bulan saya nyaris absen total dari dunia maya. Dua hingga tiga bulan belakangan, saya memang sedang digempur habis oleh kesibukan atau aktivitas penulisan karya terbaru saya sekaligus pendampingan-pendampingan penulisan buku para klien. Dan, seperti kasus-kasus yang selama ini saya tangani, selalu saja ada hal menarik yang bisa dibagikan dan diambil pelajarannya.

Saya akan coba ceritakan kasus pendampingan saya dalam penulisan buku berjudul Rahasia Mendapatkan Nilai 100 (Sinotif, 2008) karya Hindra Gunawan. Kasus terakhir yang saya tangani ini terbilang sangat menarik, mengingat dalam waktu kurang dari tiga bulan, Hindra berhasil menuntaskan dan menerbitkan bukunya, sekaligus mendirikan sebuah penerbitan mandiri bernama Sinotif Publishing.

Tambah menarik lagi, mengingat si penulis adalah seorang pengajar sekaligus eksekutif lima perusahaan, yang sehari-hari benar-benar disibukkan oleh urusan bisnisnya, tetapi masih sanggup bagi waktu demi menyelesaikan penulisan buku setebal 200 halaman lebih itu. Dan, menampingi penulis-penulis “gila” semacam ini memang salah satu kegemaran saya he he he….

Baik, ketika menerima tawaran sebagai coach atau pendamping dalam proses penulisan buku ini, saya sempat membayangkan bahwa ini adalah sebuah proyek yang terbilang mudah dikerjakan. Klien atau penulis yang saya dampingi ini adal
... baca selengkapnya di Book Coaching: Menjadi Pendamping Penulis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 18 Februari 2016

renungan untuk minggu 21 februari

Makna Tangisan Yesus
Lukas 13;31-35

Pernahkah saudara-saudara semua cermat  membaca Alkitab dan kemudian mendata seberapa banyak Yesus menangis?Atau juga menemukan Yesus Tertawa terpingkal-pingkal?Bahkan pernahkan saudara menemukan laporan Alkitab tentang Yesus yang tersenyum?Okelah, kalau memang belum pernah, tidak mengapa. Dalam renungan minggu ini, kita diajak untuk merenungkan makna tangisan Yesus. Apakah Yesus menangis karena beliau cengeng?Sepertinya tidak, karena di Alkitab hanya ada  dua laporan tentang Yesus yang menangis, satunya lagi saat kematian Lazarus. Lalu mengapa Yesus Menangis?Orang menangis biasanya karena kesedihan, meski tidak jarang juga karena kebahagiaan.

Narasi  di Lukas 13:31-35 memang tidak berkisah secara eksplisit tentang Yesus yang menangis. Namun dari nada dan kalimat yang dituliskan Lukas, terkhusus ayat 34, saya menduga bahwa Yesus sedang menangis, paling tidak sedang tenggelam dalam kepiluan yang mendalam. Mungkin baik ditelusuri lagi tentang apakah benar Yesus menangis atau tidak ini dalam sarasean-sarasean. Renungan ini hendak mengajak kita semua melihat apa yang menyebabkan Yesus begitu masgul terhadap Yerusalam. Semua orang Yahudi berpandangan bahwa Yerusalemlah pusat agama,pusat kebesaran iman,pusat segala yang baik dari Allah hadir. Namun Yerusalem jugalah yang membunuh banyak Nabi-nabi, di Yerusalem jugalah kejahatan terjadi. Ini yang membuat Yesus begitu pilu menangisi Yerusalam. Peringatan para murid bahwa Herodes akan membunuhNya semestinya membuat Yesus mundur, namun Yesus sadar akan tujuan hidup dan panggilanNya. Yesus tetap maju untuk menghadapi penderitaan. Perlu disadari bersama bahwa tangisan Yesus bukan karena penderitaan yang akan menghadang namun karana kedegilan Yerusalem.

Gereja dipanggil juga untuk menjadi Pahlawan, minimal pejuang perdamaian. Namun seringkali justru gereja sibuk dengan intrik,sibuk dengan konflik,sibuk dengan gesekan-gesekan.  Gereja sibuk dengan egoisme kelompok-kelompok yang membuat Perdamaian itu tidak terwujud, yang membuat damai sejahtera itu tidak terasakan oleh seluruh dunia. Jangan-jangan sebenarnya tangisan Yesus itu juga ditujukan kepada GKJ, gereja kita?Wah kalau seperti itu, marilah di masa minggu sengsara ini kita bertobat, biar abu yang pernah ada di dahi kita itu bermakna. Ayolah kita bertobat, agar Yesus tidak menangis karena kita..

Salam..


liturgi nikahe dewi koko


LITURGI KEBAKTIAN PENEGUHAN
DAN PEMBERKATAN NIKAH
GKJ TUNTANG TIMUR

Dewi Retnowati








Koko Prihantoro
Dilayani Oleh:Pdt. Doni Setyawan,S.Si
Dempel 21 Februari 2016







LITURGI KEBAKTIAN PENEGUHAN
DAN PEMBERKATAN NIKAH
Koko dan Dewi
Persiapan Di Konsistori dengan doa oleh Majelis gereja
Lonceng dibunyikan, Pendeta dan Majelis Pengantar memasuki ruang ibadah diikuti Mempelai . Sesampainya di pintu gedung gereja, Perwakilan Keluarga menyerahkan mempelai kepada majelis gereja dan diterima oleh majelis gereja
PENYERAHAN MEMPELAI KEPADA GEREJA
Wakil Keluarga :
Majelis Gereja yang kami hormati, kami memahami bahwa pernikahan adalah sesuatu yang agung dan suci yang ditetapkan sendiri oleh Tuhan. Oleh sebab itu, sekarang kami menyerahkan anak-anak kami: Dewi Retnowati dan Koko Pristiantoro  kepada Gereja untuk mendapat Peneguhan Nikah Dan Pemberkatan Perkawinan Garejawi dari Tuhan menurut Tata Ibadah Gereja Kristen Jawa. Dengan harapan penuh kiranya Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja akan memberkati pernikahan mereka dengan perantara yth. Pdt. Doni Setyawan
Pendeta/Majelis :
Bapak, Ibu, dan keluarga yang kami kasihi, atas nama Gereja saya menyambut dan menerima mempelai ini dengan penuh sukacita. Marilah sekarang kita memohon berkat Tuhan melalui ibadah bersama.
Prosesi dilanjutkan dengan Nyanyian Pujian dari KJ 33:1-3

Votum dan Salam

Pendeta:
Jemaat Tuhan, Ibadah Peneguhan Pernikahan dan Pemberkatan Perkawinan Gerejawi ini berlangsung oleh pertolongan dan di dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, serta dalam persekutuan Roh Kudus kiranya menyertai Saudara sekalian. Amin.
Jemaat menyanyikan:
Amin, Amin, Amin
NYANYIAN PUJIAN  
(Jemaat duduk)






KJ 392 : 1,2  “Kuberbahagia”

do = d
9 ketuk (3 x 3)
1.           ‘Ku berbahagia, yakin teguh:
Yesus abadi kepunyaanku!
Aku warisNya, ‘ku ditebus,
ciptaan baru Rohul kudus.
Refrein:
Aku bernyanyi bahagia
memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
memuji Yesus selamanya.
2.           Pasrah sempurna, nikmat penuh;
suka sorgawi melimpahiku.
Lagu malaikat amat merdu;
kasih dan rahmat besertaku.

 

PANGGILAN HIDUP BERKELUARGA DALAM KASIH

Pendeta:
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. (Kolose 3 : 12-15)

NYANYIAN SYUKUR ATAS KASIH DAN KESETIAAN TUHAN

KJ 408 : 1-2 “DIJALANKU KUDIIRING”

DI JALANKU ‘KU DIIRING OLEH YESUS TUHANKU
APAKAH YANG KURANG LAGI JIKA DIA PANDUKU
DIBERI DAMAI SORGAWI ASAL IMANKU TEGUH
SUKA DUKA DIPAKAI-NYA UNTUK KEBAIKANKU
SUKA DUKA DIPAKAI-NYA UNTUK KEBAIKANKU
DI JALANKU YANG BERLIKU DIHIBUR-NYA HATIKU
BILA TIBA PENCOBAAN DIKUATKAN IMANKU
JIKA AKU KEHAUSAN DAN LANGKAHKU TAK TETAP
DARI CADAS DI DEPANKU DATANG AIR YANG SEDAP
DARI CADAS DI DEPANKU DATANG AIR YANG SEDAP

PERSEMBAHAN PUJIAN : PS Dempel/Karanglo

“Tulang Rusuk”
Terima kasih kuucapkan pada-Mu
Atas dia yang Kau berikan padaku
Sekian lamanya ‘ku berdoa menunggu
Menanti-nanti janji-Mu Tuhan
Tulang rusuk yang aku nantikan
Kini ‘ku dapat mendampingimu
Tulang rusuk yang aku nantikan
Kini ‘ku t’lah jadi penolongmu
Kita berdua menjadi satu, dalam kasih-Nya menjadi satu
Kita berdua menjadi satu melayani Tuhan selama-lamanya

PEMBERITAAN FIRMAN

a.  Jemaat menyanyikan pujian:
KJ 50a : 1,6 “SabdaMu Abadi”
Sabda-Mu abadi, suluh langkah kami.
Yang mengikutinya hidup sukacita.
Tolong, agar kami rajin mendalami
lalu melakukan sabda-Mu, ya Tuhan !
b.  Doa Eplikese (oleh Pendeta)
c.  Pembacaan alkitab
d.  Khotbah
e.  Saat Teduh

PENGAKUAN IMAN RASULI 

DOA
“Doa”
Tuhan, kuangkat hati untukMu; Penuh rendah hati dan kasih
Ku damba berkat dan perlindunganMu; Berikanlah pimpinanMu
KasihMu bagai sinar Mentari, hidupku berseri
Tinggallah rahmat karunia, inilah doaku
Di saat susah dan duka, dan hariku gelap
Angkatlah semua ya Tuhan, hingga lenyap sirna
Amin.

PELAYANAN PENEGUHAN PERNIKAHAN DAN PEMBERKATAN PERKAWINAN GEREJAWI

a.    Pembacaan Ketetapan tentang Pernikahan Kristen

(Mempelai berdiri)
Pendeta:
Tuhan Allah telah memperkenankan orang melakukan pernikahan, sebagaimana FirmanNya:
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.”

Adapun kewajiban orang yang sudah menikah adalah sebagai berikut:
1.   Mewujudkan kesatuan keluarga dalam ikatan kasih sejati dengan saling memperhatikan, tidak mementingkan diri sendiri, dan saling menolong, karena orang yang menikah itu telah dipersatukan oleh Allah.
2.   Menjaga kelestarian keluarga, karena Allah menghendaki apa yang telah dipersatukanNya tidak boleh diceraikan manusia.
3.   Menjaga kekudusan keluarga, karena Tuhan menghendaki agar suami isteri memelihara pernikahan dengan menghindari segala bentuk perzinahan dan keinginan hawa nafsu seperti orang yang tidak mengenal Allah.
4.   Mendidik keluarga dengan selalu silih asah, silih asuh dan silih asih berdasarkan Firman Tuhan, karena Allah menghendaki setiap keluarga mengasihi Dia dengan segenap hidup, senantiasa memperhatikan FirmanNya, dan mengajarkan Firman itu dengan sungguh-sungguh kepada keluarganya.
5.   Selalu bersyukur kepada Tuhan, bekerja dengan tekun dan jujur sehingga dapat menjadi berkat bagi keluarga, gereja dan masyarakat.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, Saudara Koko Pristiantoro dan Saudari Dewi Retnowati pada hari ini akan diteguhkan pernikahannya dan diberkati perkawinannya. Jemaat dan keluarga yang hadir di sini menjadi saksi atas peneguhan nikah dan perkawinan mereka. Sebelum mempelai berdua melanjutkan ke peneguhan dan pemberkatan, mereka berdua hendak bersujud, hendak sungkem kepada kedua orangtua mereka.

SUNGKEM KEPADA ORANG TUA

Diiringi pujian “Di Doa Ibuku”

Apakah saudara-saudara bersedia menjadi saksi dan mendukung penuh kedua mempelai dalam pernikahan ini? Bagaimana jawab saudara-saudara?

Jemaat:
”Ya, kami bersedia.”

Pendeta:
Koko Pristiantoro dan Dewi Retnowati, Saudara berdua telah membuat keputusan untuk memasuki kehidupan keluarga Kristen. Apakah Saudara sungguh-sungguh bersedia melaksanakan ketetapan Tuhan tentang pernikahan Kristen tersebut? Bagaimana jawab Saudara berdua?

Mempelai berdua:
”Ya, dengan segenap hati kami.”

Janji Mempelai
(Pendeta turun menuju altar. Mempelai saling berhadapan dan berjabat tangan lalu mengucapkan janji diiringi dengan alunan musik ”S’mua Baik”)

Mempelai Pria:
Dewi Retnowati, di hadapan Allah dan jemaatNya, saya Koko Pristiantoro menyambut dan menerimamu sebagai isteri anugerah Allah. Saat ini saya berjanji akan menjadi suami yang setia kepada Allah dan kepadamu, bijaksana sebagai kepala keluarga dan berbagi rasa dalam kelimpahan dan kekurangan, dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit dan dalam keadaan apapun sampai kematian memisahkan kita.

Mempelai Wanita:
Koko Pristiantoro, di hadapan Allah dan jemaatNya, saya Dewi Retnowati menyambut dan menerimamu sebagai suami anugerah Allah. Saat ini saya berjanji akan menjadi isteri yang setia kepada Allah dan kepadamu, menjadi pendoa bagi keluarga dan berbagi rasa dalam kelimpahan dan kekurangan, dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit dan dalam keadaan apapun sampai kematian memisahkan kita.

b.   Pemasangan Cincin Perkawinan

Diiringi dengan Persembahan Pujian dari.

Pendeta:
Mempelai yang dikasihi Tuhan Yesus, cincin perkawinan yang tidak terputus dan tidak berujung ini hendaknya menjadi lambang kasih sayang yang tak berkesudahan di antara Saudara berdua, seperti kasih Tuhan Yesus Kristus. Terimalah dan kenakan di jari manis tangan kanan pasanganmu.

Mempelai Pria:
Dewi Retnowati, terimalah cincin ini sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku kepadamu.
(Dilanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis tangan kanan mempelai wanita)
Mempelai Wanita:
Koko Pristiantoro, terimalah cincin ini sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku kepadamu.
(Dilanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis tangan kanan mempelai pria)

c.    Peneguhan Nikah

(Mempelai berjabat tangan, Pendeta menumpangkan tangan ke atasnya)
Pendeta:
Koko Pristiantoro dan Dewi Retnowati, Saudara berdua telah mengikat janji di hadapan Tuhan Allah dan jemaatNya. Atas nama Gereja dan sebagai hamba Tuhan, saya menyatakan pernikahan Saudara berdua ini adalah pernikahan kristiani yang suci dan diteguhkan di dalam nama Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
“Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.” Amin.

d.   Pemberkatan Perkawinan

(Mempelai berlutut, jemaat berdiri.)

Jemaat menyanyikan KJ 317 : 1-3

Hari ini Tuhan Berkati

Hari ini Tuhan berkati mempelai mengikat janji.
Moga-moga rumah tangganya Kauberi tent’ram bahagia!

Reff:
Puji Tuhan, Puji Dia, Sang Pencipta manusia! Ia suka
Memberkati yang bersatu dalam kasih! Amin.

2. Yesus Kristus, Pengantin sorga, memberi kasih sempurna
dan berkurban untuk umatNya, tak pernah meninggalkannya.
Reff:

3. Bapa kami yang Mahaksih, cintaMu kekal abadi;
dalam suka ataupun duka rahmatMu takkan berubah!
Reff:

Pendeta:
Tuhan Allah, Bapa kita yang Mahakasih dan Mahamurah, oleh kasih dan kemurahan Nya telah memanggil Saudara berdua ke dalam pernikahan suci ini.
Ia akan menyatukan Saudara berdua dengan kasih dan melestarikan kehidupan keluarga Saudara sampai selama-lamanya di dalam persekutuan Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.

e.    Penyerahan Alkitab dan Surat Nikah oleh Majelis

Pendeta menyerahkan Pengantin kepada Jemaat untuk mendapatkan dukungan dan penerimaan dalam kasih.

f.     Penyalaan Lilin

Penyalaan lilin oleh kedua mempelai.
Api dinyalakan dari lilin yang telah dinyalakan oleh orang tua.

g.    Doa Syukur dan Syafaat

Amin.

PERSEMBAHAN SYUKUR

a.  Pembacaan Dasar Persembahan Amsal 3 : 9-10
b.  Nyanyian Pengiring Persembahan

Kidung Jemaat 337 Betapa Kita Tidak Bersyukur
Betapa kita tidak bersyukur bertanah air kaya dan subur;
lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah.
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa.

2. Alangkah indah pagi merekah bermandi cah’ya surya nan cerah,
ditingkah kicau burung tak henti, bunga pun bangkit harum berseri.
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa.

3. Bumi yang hijau, langitnya terang, berpadu dalam warna cemerlang;
indah jelita, damai dan teduh, persada kita jaya dan teguh.
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa.

(Pengumpulan persembahan diiringi pujian ini, mempelai memberikan persembahan sulung sebagai keluarga baru, dilanjutkan dengan persembahan syukur keluarga. Jemaat memberikan persembahan melalui kotak persembahan Istimewa)
c.  Majelis memimpin Doa Persembahan diakhiri Doa Bapa Kami

PENGUTUSAN

Jemaat menyambut dengan pujian  
KJ 318 : 1,2 “Berbahagia Tiap Rumah Tangga”

Berbahagia tiap rumah tangga,
Di mana Kau-lah Tamu yang tetap:
Dan merasakan tiap sukacita
Tanpa Tuhannya tiadalah lengkap;
Di mana hati girang menyambut-Mu
Dan memandang-Mu dengan berseri;
Tiap anggota menanti sabda-Mu
Dan taat akan Firman yang Kau-b’ri.

Berbahagia rumah yang sepakat
Hidup sehati dalam kasih-Mu,
Serta tekun mencari hingga dapat
Damai kekal di dalam sinar-Mu;
Di mana suka-duka ‘kan dibagi;
Ikatan kasih semakin teguh;
Di luar Tuhan tidak ada lagi
Yang dapat memberi berkat penuh.

BERKAT

Pendeta:
Jemaat yang dikasihi Tuhan, kini arahkanlah hatimu kepada Tuhan dan terimalah berkatNya:
“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajahNya dan memberi engkau damai sejahtera. Amin”




-Ibadah selesai-
Tuhan Yesus memberkati




UCAPAN TERIMAKASIH

Atas pelayanan dalam Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Pernikahan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.   Pdt. Doni Setyawan  dan Bapak Pendeta Widi Atmojo
2.   Bapak/Ibu Majelis GKJ Tuntang Timur Blok Dempel dan Karanglo
3.   Organis : Sdri.
4.   Pemandu lagu :
5.   Penerima tamu :
6.   Petugas Sound System :
7.   Petugas Multimedia :
8.   Seluruh jemaat, karyawan gereja (mbakyuku dewe), serta kerabat yang telah membantu terselenggaranya Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Pernikahan ini.

Tuhan Yesus Memberkati

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Markus 10 : 8 – 9