JADILAH NOMOR SATU

Minggu, 29 Januari 2017

Keajaiban Saat Pesimis

Keajaiban Saat Pesimis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Panasnya udara di dalam studio musik, tidak membuat band kami merasa malas berlatih. Apalagi, minggu depan ada lomba yang harus kami ikuti. Siapa tahu bisa menang dan maju ke tingkat selanjutnya. Jika demkian, impian bersama untuk masuk dapur rekaman dan menjadi band papan atas bisa terwujud. Aamiin.
“Kalian harus kompak agar bisa memenangkan lomba ini.” Pak Aditya, sang manager memberi semangat.
“Baik, Pak!”, seru kami berlima.
Beliau mengamati latihan kami dengan tenang. Ia tersenyum dengan kekompakkan yang kami perlihatkan. Hal itu membuatku yakin jika bisa menang nantinya.

Hari perlombaan pun tiba. Kami berangkat menuju tempat yang telah ditentukan dengan berboncengan motor. Hanya memerlukan waktu sekitar lima belas menit. Setelah sampai, Pak Aditya mendaftarkan band kami dan mendapatkan nomor undian tiga.
“Selanjutnya, kita saksikan bersama penampilan Alaya Band!” teriak pembawa acara. Itu tandanya kami harus naik ke panggung.
“Silahkan pilih angka berapa untuk menentukan lagu yang akan kalian bawakan.” salah satu dewan juri memberi instruksi.
Rama mengambil undian dan membukanya.
“Lima belas.” jawabnya.
“Lagu yang akan kalian bawakan adalah Kenangan Terindah dari Samson.” fiuh, untung kemarin baru
... baca selengkapnya di Keajaiban Saat Pesimis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

5 Ekor Monyet

5 Ekor Monyet Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-2. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-2 tersebut. Monyet A yang mula-2 mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-2 sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan? seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat ke
... baca selengkapnya di 5 Ekor Monyet Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 27 Januari 2017

BAHAGIA VERSI YESUS



Di dunia politik di Indonesia, sempat ada sebuah ungkapan, “Jika ingin memilih pilihan politik yang bernar, maka ambilah pilihan yang berbeda dengan pilihan PKS”. Entah benar atau tidak ungkapan ini, saya tidak begitu paham, namun yang hendak menjadi titik permenungan melalui renungan minggu di penghujung Januari 2017 ini adalah bagaimana memilih sesuatu yang berlawanan dengan pilihan awan. 

Permenungan ini berpijak dari salah satu teks Alkitab yang menjadi favorit di kalangan umat Kristen, yaitu Kotbah di bukit. Banyak penafsir yang melihat serta menempatkan ajaran Yesus di dalam kotbah di Bukit ini sebagai sesuatu yang sulit, yang kontroversial dan sangat sulit diterima oleh nalar jaman. Semua yang dikatakan Yesus adalah sesuatu yang berseberangan atau berlawanan dengan paham orang banyak. Saat dunia berpikir bahwa kebahagiaan adalah saat kaya, maka Yesus mengajar bahwa yang bahagia itu adalah mereka yang “miskin”, saat dunia melihat bahwa yang berbahagia itu adalah orang yang bergembira, Yesus justru mengajar bahwa yang berbahagia itu adalah yang berdukacita. 

Semua ajaran Yesus dalam kotbah dibukit ini seolah menjungkirbalikan paham dunia.
Gereja hidup di tengah dunia dan karenanya paham hidupnyapun seperti pemahaman dunia. Gerejapun larut dalam paham bahwa bahagia adalah saat menerima, saat memiliki banyak hal, saat mampu mengumpulkan harta yang sangat banyak, namun semua itu dibongkar oleh ajaran Yesus. Namun sering kita semua tidak menerima ajaran Yesus ini, dengan berbagai alasan, mencoba menhindari ajaran Yesus melalui Kotbah di bukit ini.

Bacaan Injil di Matius 5 :1-12 ini mengajak kita semua sadar, bahwa bahagia yang Yesus tawarkan adalah bahagia VERSI Yesus, bukan bahagia versi kita atau dunia. Oleh karena itu, saatnya sekarang kita merenung, apakah yang kita inginkan dari jalan hidup meniiti jalan Yesus ini?Apakah tetap setia dengan paham manusiawi kita yang selalu ingin dipuaskan atau ingin memuaskan yang lain?Jika masih berkutat dengan paham bahwa bahagia adalah saat dipuaskan keinginannya, maka segeralah sadar, itu bukan ajaran Yesus.

Selamat Merenung..

Kamis, 26 Januari 2017

Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline

Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika saya sedang bepergian dan membawa laptop, saya akan mencari tempat yang mempunyai hot spot (saluran internet nirkabel). Saya sering mencari hot spot gratis baik di kafe, hotel, maupun bandara untuk membaca e-mail yang masuk maupun kirim e-mail yang penting, atau sekadar menyapa anak yang kuliah di Malaysia. Anak-anak saya kalau pergi juga demen sekali mencari hot spot.

Tetapi, kalau Anda sedang jalan-jalan ke Riau Daratan (Ridar) di musim kering, Anda tidak perlu repot-repot mencari hot spot, karena Ridar merupakan gudangnya hot spot yang jumlahnya bisa puluhan sampai ratusan. Hot spot di Riau gratis manis. Kalau musim kering dan panas sekali, akan muncul hot spot baru yang membuat penduduk di Ridar sampai ke Malaysia dan Singapura kalang kabut. Maklum host pot-nya berhubungan dengan sesuatu yang benar-benar ‘HOT’, yaitu api, yang menghasilkan bencana asap.

Hot spot atau titik api di Riau jumlahnya sampai dua ratus sekian (ini yang saya baca pada tahun yang lalu) yang menyebabkan negeri jiran, yaitu Malaysia dan Singapura ikut menderita t
... baca selengkapnya di Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 22 Januari 2017

Menanti Lara

Menanti Lara Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

‘Maafkan aku, Keith…
Aku pergi tanpa mengatakannya padamu terlebih dahulu
Kau boleh marah padaku…
Tapi satu fakta yang pasti…
Dan aku tahu ini akan membuatmu sangat senang, Keith…
Aku mencintaimu…
Tunggulah aku, Keith…
Aku pasti kembali’

Sebenarnya mataku sudah muak melihat dan membaca isi surat ini. Tapi entah kenapa, atau mungkin akulah yang bodoh. Isi suratmu ini, Lara. Menawanku hingga kini dan aku tetap menantimu di Halte Bis ini. Halte satu-satunya yang ada disini. Aku menantimu kembali, sesuai dengan yang kau bilang di surat itu. Anganku melayang, menusuri kenangan indah bersamamu.

Saat itu kau sudah kuliah, Lara. Sedangkan aku masih kelas 3 SMA. Aku yang masih terlalu muda bagimu ini terus saja mengejar cintamu, berharap mendapatkannya. Dan akhirnya kau menerima cintaku, walaupun setengah hati. Tapi aku cukup senang.

Ingatkah kau Lara, 3 tahun yang lalu… Saat itu…
“Apa sih maumu, Keith? Kau sudah menjadi pacarku. Padahal aku tidak mau berpacaran dengan bocah ingusan seperti mu” ucap Lara tegas.
“Tapi aku mau pa
... baca selengkapnya di Menanti Lara Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 20 Januari 2017

DIAJAK MENGERJAKAN PEKERJAAN SANG GURU



“Nak, bapak minta tolong ya, kamu ke warung ya. Kamu belikan lampu untuk mengganti lampu kamar yang mati. Bapak akan mengganti kabel yang putus digigit Tikus. Untuk adik, sisa-sia kabel yang berserakan dibereskan ya. Dibereskan agar rapid an ruangan ini tetap indah”, Ungkap seorang bapak, saat membenarkan lampu kamar di rumahnya yang rusak karena konsleting. Dua anaknya diajak terlibat, selain demi kelancaran pekerjaannya, juga sebagai media pendidikan untuk anak-anaknya. Sebenarnya bapak ini bisa saja mengerjakan semua pekerjaan itu sendiri,namun ada sebuah kesadaran bahwa memberi pendidikan tanggungjawab sangat perlu untuk anak-anaknya.
Saat bapak ini memberikan perintah dengan bahasa santun, yaitu meminta tolong, maka di dalamnya terkandung banyak makna. Ada makna penghargaan kepada anak-anaknya. Penghargaan sebagai bagian dari keluarga. Ada niali pendidikan yang uatama bahwa pekerjaan tidak selalu harus dikerjakan sendiri,melainkan meski melibatkan banyak orang.
Narasi Injil Matius pasal 4 ayat 12-23, menceriterakan dengan sangat indah kisah awal pelayanan Tuhan Yesus. Ada sebuah situasi bahaya, saat gerakan kerohanian orang Yahudi menguat,yang mengakibatkan herodes kuatir, sehingga membunuh Yohanes. Dan Yesuspun sangat paham situasi, Ia menyingkir. Yesus sadar bahwa bahaya akan selalu mengancam dirinya, sekaligus panggilan hidup pelayananNya. Oleh karena kesadaran yang demikian, maka Yesus memutuskan mengajak banyak orang berkarya. Yesus memulainya dengan mengumpulkan beberapa orang untuk dididik secara khusus. Dididik untuk mengerti akan tugasNya sekaligus yang akan diemban penerusNya dikemudian hari.
Orang-orang yang dipilih Yesus bukan orang sembarangan, mereka kaum mapan ekonomi. Mereka, masyarakat Kapernaum, wilayah di mana Yesus memanggil murid-murid adalah wilayah pantai danau. Zebedeus, ayah Yohanes dan Yakobus, adalah pengusaha ikan, Andreas dan Petrus adalah pebisnis ikan yang cukup mapan. Mereka yang diajak Yesus untuk melanjutkan pekerjaan Yesus. Sebelum itu, mereka yang dipanggil, diajari selama kurun waktu tertentu, untuk mencapai tingkat kemapanan spiritual dan relasi social. Yesus sadar bahwa kebersamaan dalam bekerja akan memudahkan sebuah pekerjaan dikerjakan.
Jika kita bisa memetik pesan dari renungan ini, tentunya gereja di kemudian hari tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari kader-kader demi pekerjaan mulia yang sudah diawali oleh Tuhan Yesus. Kesulitan gereja mencari kader untuk diajak bekerja demi pekerjaan Allah adalah kegagalan gereja memberikan pemahaman yang memadai kepada warga gereja dan sekaligus juga merupakan kemalasan berpikir dari warga gereja itu sendiri. Gagal memahami betapa pentingnya melakukan pekerjaan secara bersama-sama demi kebaikan bersama.
Seperti para murid yang dipanggil Yesus, kitapun demikian. Kita dipanggil Yesus untuk hidup bersamaNya, sekaligus belajar akan pekerjaanNya dan juga melanjutkan semua pekerjaanNya. Maka, pertanyaannya adalah, sangguh dan beranikah kita meneladani para murid Yesus?
Selamat Merenung

Minggu, 15 Januari 2017

Matematika is My Life

Matematika is My Life Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Huhh.. kenapa sih nilai ulangan matematikaku selalu… saja jelek! Padahal aku kan sudah belajar?” tanya Nanda sambil berdecak kesal. “hay, Nanda? Kamu kenapa? Kok suntuk begitu sih?” tanya Nida teman Nanda. “gini, Nid. Tadi aku kan ulangan Matematika, tapi nilaiku jelek. Padahal aku sudah belajar!” kata Nanda. “m.. gini aja Nan, kamu coba belajar lebih giat lagi, dan hilangkan rasa tidak percaya diri dan tidak bisa dari dalam dirimu. Sebelumnya aku mau tanya, kamu benci gak sama pelajaran Matematika?” tanya Nida. “m.. Iya sih Nid. Aku benci… banget sama pelajaran Matematika. Soalnya, aku males… banget kalau belajar hitung-hitungan. Bikin puyeng kepala!” kata Nanda. “m.. itulah masalahnya! Kamu pasti tidak suka pelajaran itu. Makanya kamu anggap sepele dan jadinya nilaimu jelek deh. Coba kamu belajar lebih giat. Atau kamu mau belajar di rumahku?” tawar Nida. “ok, jam berapa?” tanya Nanda riang. “Jam 03.00 sampai jam 05.00” kata Nida lagi. “oh ya sudah! Dah sampai ketemu ya,” kata Nanda berlari riang keluar dari pagar sekolah. Nida hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.

Sampai di rumah, Nanda langsung berganti baju dan makan siang. Lalu, dia melirik jam di rumahnya. Jam 14.45. ia lalu berkemas menyiapkan buku Matematikanya, dan ia pergi ke rumah Nida dengan berjalan kaki karena rumah Nida dekat dengan rumah Nanda.

Sampai di rumah Nida, Nanda dan Ni
... baca selengkapnya di Matematika is My Life Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 13 Januari 2017

HARGA SEBUAH PERJUMPAAN


Dalijo berkisah kepada sahabat karibnya, Sareh.  Mereka sama-sama orang yang gemar memancing. Yang dikisahkan Dalijo adalah tentang sebuah lokasi sangat menyenangkan untuk kaum pemancing. Mendengar kisah itu, sahabat yang diberi kisah atau cerita tadi tertarik dan kemudian ikut ke tempat di mana ikan sangat banyak. Ikan yang sangat banyak adalah surga bagi orang yang memiliki hoby memancing.  Dan benar, setelah mengalami pengalaman hebat di tempat itu,
Kisah di atas adalah kisah tentang pengalaman hidup yang diceriterakan ulang. Pengalaman hidup yang indah, menarik serta menyenangkan yang diceritakan kepada siapa saja yang dijumpai. Menceriterakan pengalaman yang menyenangkan, meski bukan kewajiban dan juga mungkin tidak ada bayaran material yang diberikan,namun sering merupakan sebuah kepuasan yang tidak ternilai dengan materi, sberapapun besarnya.
Senada dengan cerita di atas, dalam sebuah narasi yang tertulis di Yohanes 1:29-42, perjumpaan yang menghadirkan raa indah dan bahagia menjadikan manusia saling berkisah tentang yang dialaminya. Dimulai dari Yohanes Pembabtis, saat mengalamai pengalaman Surga di sungai Yordan. Saat Yohanes berjumpa dengan murid-muridnya, ia menceriterakan siapa Mesias itu,dan saat Yesus, Sang Mesias itu kembali ia jumpai,Yohanes menceriterakan siapa Yesus dan itu menjadikan beberapa orang mengikuti Yesus. Model saling berkisah tentang pengalaman itu kemudian  berlanjut,karena setelah “diceritai” oleh Yohanes Pembabtis, dua muridnya kemudian “dengan sangat tega” meninggalkannya dan mengikuti Sang Mesias. Hal yang sama terjadi lagi, manakala dua murid itu berjumpa dengan dua orang lagi dan berkisah hal yang sama, pengalaman saat merasakan indahnya hidup saat berjumpa Sang Mesias.
Hidup adalah perjumpaan dan setiap perjumpaan pasti memiliki makna, namun bergantung yang memaknai. Jika Yohanes Pembabtis memaknai “Kepopulerannya” redup saat berjumpa dengan Yesus Sang Mesias,namun justru bahagia, maka ia kemudian bercerita. Model bercerita itu berkelanjutan dan banyak orang saling merasakan bahagia dengan perjumpaan, apalagi berjumpa dengan Sang Mesias. Nah, pergumulan untuk kita semua adalah, mampukan kita menemukan “Mesias” dalam setiap perjumpaan kehidupan kita dan dengannya kita kemudian saling berbagi kisah pengalaman indah?
Dengan berbagi kisah indah, akan banyak orang “tertarik dalam pusaran” cerita kebaikan. Seperti dua murid Yohanes,lalu Andreas dan Simon yang semuanya kemudian mengikut Sang Kebaikan Sejati  untuk selalu mengalami kebaikan setelah mengalami perjumpaan, apakah kita juga berani untuk selalu menemukan Sang Mesias dalam setiap perjumpaan kehidupan kita?
Oiya, Dalijo dan Sareh tadi mancingnya dapat banyak lho….
Selamat Meniti Hidup dengan aneka perjumpan kehidupan