JADILAH NOMOR SATU

Sabtu, 30 April 2016

Mencintai Anak

Mencintai Anak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Radinal Mukhtar

Di suatu daerah, tinggallah sebuah keluarga nan harmonis dan rukun. Sepasang suami istri, dua anak, dan seorang ibu dari suami yang juga nenek dari dua anak tersebut. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana. Tidak ada perkelahian antara dua anak tersebut. Begitu pula dengan kedua pasang suami istri. Sementara sang ibu, menikmati masa tua dengan bahagia bersama cucu-cucunya.

Dan di suatu hari pula, dua anak tersebut berlari menentang tas rangsel mereka, pulang dari sekolah dengan wajah gembira. Di tangan mereka ada dua kertas yang dipegang erat-erat seakan tidak ada yang boleh mengambilnya. Setelah sampai dirumah, mereka berlari menemui ibu untuk menunjukkan isi yang ada dalam kertas tersebut.

“Ibu…! Nilai ulangan Asmira dapat 100!” anak pertama melapor.

“Nilai Dina juga 100, Bu!” anak kedua juga melapor.

Si ibu, dengan segenap kebahagiaan yang ada dalam hatinya, mengembangkan tangannya memanggil dua anaknya kepelukannya. Dan dengan berlari, sang anak memeluk ibunya y
... baca selengkapnya di Mencintai Anak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 25 April 2016

Saringan Tiga Kali

Saringan Tiga Kali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi. Seorang filsuf.

Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?"

"Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."

"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut.

"Betul," lanjut Dr. Socrates.

"Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali."

"Saringan yang pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?"

"Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda".

"Baiklah," kata Socrates. "Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak. Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu: KEBAIKAN."

"Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"


... baca selengkapnya di Saringan Tiga Kali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 23 April 2016

Direct vs Indirect Suggestion

Direct vs Indirect Suggestion Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dalam dunia hipnosis dan hipnoterapi kita mengenal dua jenis sugesti yaitu yang bersifat langsung (direct) dan yang bersifat tidak langsung (indirect). Ada banyak artikel yang telah ditulis oleh para pakar hipnoterapi mengenai kedua jenis sugesti ini.

Ada yang sangat menekankan pentingnya direct suggestion dan ada pula yang menyatakan bahwa indirect suggestion jauh lebih andal dan efektif. Mana yang benar? Masing-masing dengan argumentasi yang juga sama kuat dan meyakinkan.

Artikel ini tidak bertujuan untuk memihak pada salah satu pandangan namun lebih bertujuan menjelaskan sugesti dari perspektif teori dan cara kerja pikiran sehingga praktisi hipnoterapi mengerti cara menggunakan sugesti dengan benar sesuai dengan kondisi, situasi, dan kebutuhan klien.

Dalam dunia hipnoterapi terdapat dua aliran atau mazhab yaitu yang berasal dari pantai timur (east coast) dan pantai barat (west coast) Amerika. Kedua mazhab ini berbeda dalam penekanan teknik terapi yang digunakan.

Mazhab pantai timur lebih menekankan penggunakan sugesti dalam melakukan terapi (suggestive hypnotherapy). Sedangkan mazhab pantai barat menggunakan hypnoanalysis procedure yang melibatkan banyak teknik yang l
... baca selengkapnya di Direct vs Indirect Suggestion Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 19 April 2016

Memahami Keunikan Diri

Memahami Keunikan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agus Riyanto

Artikel ini saya tulis untuk mencoba menjawab pertanyaan sahabat pembaca yang masuk via email. Terima kasih bagi sahabat yang telah mengajukan pertanyaan, sehingga kita bisa sharing yang semoga ada manfaatnya. Pertanyaan yang diajukan cukup panjang, namun akan saya kemukakan di sini intinya saja.

Inti pertanyaan yang dimaksud adalah apakah manusia itu dilahirkan dengan kemampuan otak yang sama atau berbeda? Tentang kreativitas seseorang, kenapa antara yang satu dengan yang lain berbeda. Kenapa ada yang “wah” dan ada yang “biasa-biasa” saja? Tentang beberapa bangsa di bumi ini; kenapa ada yang bisa menciptakan peradaban dan teknologi tinggi, tapi kita tidak atau belum bisa demikian. Apa karena makanannya, lauknya, minumannya, orangtua atau keluarganya, atau semua itu karena takdir? Begitulah kira-kira rasa penasaran yang diungkapkan oleh sahabat tersebut.

***

Kemajuan hidup bisa kita peroleh dari seberapa besar atau seberapa sulit pertanyaan yang ingin kita jawab dalam kehidupan ini. Maksudnya diri kita yang menjadi jawaban pertanyaan kita sendiri. Misalnya pertanyaan, “Apakah semua orang memiliki kesempatan sukses yang sama?” Kita bisa menjawabnya dengan apakah diri kita bisa sukses dengan segala hambatan dan keterbatasan yang ada. Jika kita bisa menjadi diri yang “sukses” maka pertanyaan itu akan terjawab dengan sendirinya. Demikian ju
... baca selengkapnya di Memahami Keunikan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 14 April 2016

KISAH NELAYAN DAN ORANG KAYA


Seorang Saudagar kaya, pada suatu senja berjalan-jalan ke sebuah pantai. Keindahan alam dan keluasan pandang menjadi alasan Saudagar kaya itu selalu ingin ke pantai untuk memperbaharui ispirasinya. Deburan ombak selalu menjadi kerinduan saudagar kaya itu. Kekayaan telah menemani hidupnya sehingga dia seolah bebas mencari suka dalam kehidupannya.

Dalam perjalanannya di pantai itu, saudagar kaya itu melihat seorang yang nampaknya nelayan, tertidur di dekat kapal kecilnya, di bawah pohon nyiur. Saudagar itu kaget bukan kepalang.mengapa hari siang dan cerah seperti ini,nelayan itu malah tertidur?Kemudian dia mendekati nelayan itu,sadar ada yang mendekati,nelayan itu bangun.
“Pak, mengapa bapak tertidur?”, Tanya Saudagar kaya itu. “Lha memang salah saya apa tidak boleh tidur?”, Jawab si nelayan dengan santainya.
“Seharusnya bapak bekerja keras,mencari ikan,menambah kapal dan kemudian baru menikmati hidup”, Begitu penjelasan saudagar kaya itu. Sambil agak beranjak, seolah hendak bangkit meski hanya duduk, bapak nelayan itu menjawab dengan sangat santai. “Lha, bapak pikir saya ini sedang apa?”, Saya sekarang ini sedang menikmati hidup pak...”, Lanjut nelayan tua itu. Saudagar kaya itu kemudian berlalu dengan heran.
  
Kebebasan selalu menjadi dambaan setiap manusia. Bebas dari segalanya.bebas dari himpitan beban,himpitan persoalan,himpitan ekonomi,himpitan konsep hidup dan masih banyak lagi. Banyak manusia yang terpenjara oleh konsep hidupnya, selalu mengejar apa yang diimpikan dan melupakan dirinya. Seolah  mengejar bahagia, namun sejatinya malah sedang meninggalkan bahagia.
Yesus datang untuk memberikan kebebasan. Bukan sekedar kebebasan dari keterjajahan,seperti pada jaman Yesus, saat orang Yahudi terjajah orang Romawi. Kebebasan yang Yesus tawarkan adalah kebebasan utuh,bebas berpikir,bebar memilih, bebas berbuat baik,bebas menentukan hidup dalam pilihan-pilihan yang mungkin berbeda dari pilihan-pilihan kebanyakan orang. Nelayan yang sedang bersantai,tertidur di siang indah, dalam buaian angin pantai,dalam keteduhan rindang nyiur, sejatinya sedang menikmati hidup dalam kebebasannya. Saudagar kaya memiliki sudut pandang berbeda. Bagi saudagar,waktu adalah uang,sementara bagi si nelayan, waktu adalah hidup itu sendiri. Nelayan tua itu sejatinya lebih kaya dari saudagar itu,karena dia mampu menikmati hidup. Sementara saudagar itu, meski berlimpah harta, namun tidak mampu menikmati hidup.
Nelayan sederhana itu sejatinya sudah mampu menyatu dengan kehidupan yang bebas. Bebas memilih yang menjadi jalan hidupnya. Ia tidak terbelenggu dengan ukuran-ukuran duniawi,seperti kekayaan, harta benda yang sering menjerat manusia sangat kuat. Ini beda dengan saudagar kaya, yang selalu berpikir harta..harta dan harta. Tuhan Yesus, berkehendak agar manusia bebas dari segala macam belenggu kehidupan. Bebas dari hidup yang sekedar mentaati aturan-aturan agama, bebas dari belenggu kewajiban-kewajiban beragama, bebas dari konsep-konsep yang sering menjerat.

Bacaan Alkitab minggu ini, Yohanes 10:22-30, sangat sulit dimengerti oleh banyak pembaca pada jaman sekarang. Namun satu hal yang sederhana perlu dipahami bahwa Yesus Sebagai Gembala Agung yang Baik itu, memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk dikenal. Pengenalan itu bukan saja melalui tradisi keyakinan leluhur, namun juga melalui tindakan-tindakanNya.
Sudahkah kita  mengenalNya dari apa yang dikerjakanNya untuk kita, ataukah kita hanya mengenalNya dari cerita-cerita leluhur saja?Hanya diri kita sendiri yang mengerti...
Salam


Rabu, 06 April 2016

Share and be Happy – Berbagi dan Berbahagialah

Share and be Happy – Berbagi dan Berbahagialah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Alkisah, ada seorang anak kelas 5 SD bernama Adi. Setiap hari, Adi tiba di sekolah pagi-pagi sekali. Biasanya saat ia datang, belum ada satu pun teman sekelasnya yang datang.

Suatu hari, saat istirahat, Adi terkejut melihat bekal yang dibawanya dari rumah berkurang separuh . “Siapakah gerangan yang mengambil bekalku?” batinnya dalam hati sambil mengitarkan pandangan curiga ke seputar kelas.

Sepulang dari sekolah, diceritakan kasus bekal yang hilang kepada ibunya. “Ibu tidak lupa menyiapkan bekal untukku sebanyak dua potong kan?” tanya Adi penasaran.

“Iya, Ibu ingat sekali menyiapkan bekalmu dua potong, bukan sepotong,” jawab ibu Adi meyakinkan. Seminggu kemudian, saat kembali ke kelas, tanpa sengaja, Adi terkejut melihat penjaga sekolah mengendap-endap memasuki kelas yang masih kosong. Dia membuka tas Adi dan mengambil sepotong bekalnya. Kemudian bergegas pergi dengan muka tampak tertekan dan murung.

Sepulang dari sekolah, Adi menceritakan kejadian itu kepada ibunya. “Ibu, ternyata pencurinya si penjaga sekolah. Apa yang harus Adi lakukan, Bu? Kalau Adi laporkan ke wali kelas atau kepala sekolah, dia pasti diberi sanksi, bahkan mungkin dikeluarkan dari sekolah. Kasihan kan, Bu. Walaupun orangnya baik, tapi yang diperbuat kan salah”.

Dengan tersenyum sayang
... baca selengkapnya di Share and be Happy – Berbagi dan Berbahagialah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu