Kisah pembabtisan Yesus oleh Yohanes di Matius 3:13-17
menarik untuk dicermati secara lebih mendalam. Dalam renungan minggu ini, hal
yang ingin saya sampaikan adalah keteladanan dua sosok penting dalam tradisi Kristen,
yaitu Yohanes Pembabtid dan tentunya Yesus. Keduanya dalam narasi itu memainkan
peran yang sangat penting dalam kehidupan beriman,sampai saat ini.
Okelah, mari kita lanjutkan petualangan kita mengenal dua
sosok penting tersebut. Dimulai dari Yesus. Dia datang ke sungai Yordan untuk
meminta dibabtis. Penting untuk mencermati kata “datang”,bukan didatangi atau
malah diantarkan supaya datang, karena dengan datang berarti ada inisiatif
sendiri yang menjadikan Yesus ,menjumpai Yohanes untuk dibabtis. Di sini,
keteladanan Yesus tentang kerendahatian, ketaatan, kesederhanaan dan kedewasaan
sedang dipertontonkan untuk dilihat banyak orang, bahkan sampai kita di jaman
sekarang yang mewarisi kisah ini ,melalui Alkitab.
Sosok berikutnya adalah Yohanes. Sebagai seorang yang
sangat taat akan agamanya dan juga paham akan Bahasa Kitab Suci,Yohanes sadar
siapa yang datang dan meminta dia untuk membabtiskanNya. Mungkin aja dari
wajahnya ada “cahaya” Illahi yang ditangkap Yohanes, sorot mata yang tajam
namun lembut, cara berjalan, cara menyapa dan masih banyak lagi yang membuat
Yohanes menyimpulkan bahwa yang datang itu bukan orang biasa. Oleh karenanya
Yohanes menaggapi permohonan Yesus yang meminta diriNya dibabtis dengan Bahasa penolakan.
“Akulah yang perlu dibabtis olehMu….” (ayat 14b). Mendapati penolakan Yohanes,
Yesus memberi jawabab bahwa biarlah semua terjadi demi genapnya kehendak Allah.
Dua tokoh yang ada di narasi Matius 3:13-14, memberikan
contoh atau keteladanan tentang ketaatan. Yesus taat dengan tradisi yang ada di
mana Dia hidup, sehingga datang sendiri ke sungai Yordan demi medapatkan
babtisan, sementara Yohanes taat untuk membabtis Yesus, meski sadar siapa
dirinya dihadapan Yesus. Dasar yang menguatkan, baik Yesus dan terutama Yohanes
adalah kata-kata Yesus, “Biarlah hal itu
terjadi, karena demikianlag sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah”
Belajar dari narasi Matius 3:13-17, kita perlu sadara
bahwa gereja dipakai Allah demi tergenapinya seluruh kehendakNya. Oleh karena
itu, marilah kita mentaati apapun yang menjadi keputusan dan juga
program-program gerejawi yang merupakan implementasi dari Firman Tuhan yang
tertuang dalam Alkitab. Dengan ketaatan itu,karena taat adalah bukti meneladani
Yesus dan juga Yohanes, maka kehendak Tuhan sedang tergenapi..
Selamat Meniti Hidup dalam ketaatan..
👍
BalasHapus🙏
Mksih bu...
BalasHapusMksih bu...
BalasHapus