Dalijo berkisah kepada sahabat karibnya, Sareh. Mereka sama-sama orang yang gemar memancing. Yang dikisahkan Dalijo adalah tentang sebuah lokasi sangat menyenangkan untuk kaum pemancing. Mendengar kisah itu, sahabat yang diberi kisah atau cerita tadi tertarik dan kemudian ikut ke tempat di mana ikan sangat banyak. Ikan yang sangat banyak adalah surga bagi orang yang memiliki hoby memancing. Dan benar, setelah mengalami pengalaman hebat di tempat itu,
Kisah di atas adalah kisah tentang pengalaman hidup yang
diceriterakan ulang. Pengalaman hidup yang indah, menarik serta menyenangkan
yang diceritakan kepada siapa saja yang dijumpai. Menceriterakan pengalaman
yang menyenangkan, meski bukan kewajiban dan juga mungkin tidak ada bayaran
material yang diberikan,namun sering merupakan sebuah kepuasan yang tidak
ternilai dengan materi, sberapapun besarnya.
Senada dengan cerita di atas, dalam sebuah narasi yang
tertulis di Yohanes 1:29-42, perjumpaan yang menghadirkan raa indah dan bahagia
menjadikan manusia saling berkisah tentang yang dialaminya. Dimulai dari
Yohanes Pembabtis, saat mengalamai pengalaman Surga di sungai Yordan. Saat
Yohanes berjumpa dengan murid-muridnya, ia menceriterakan siapa Mesias itu,dan
saat Yesus, Sang Mesias itu kembali ia jumpai,Yohanes menceriterakan siapa
Yesus dan itu menjadikan beberapa orang mengikuti Yesus. Model saling berkisah
tentang pengalaman itu kemudian berlanjut,karena setelah “diceritai” oleh
Yohanes Pembabtis, dua muridnya kemudian “dengan sangat tega” meninggalkannya
dan mengikuti Sang Mesias. Hal yang sama terjadi lagi, manakala dua murid itu
berjumpa dengan dua orang lagi dan berkisah hal yang sama, pengalaman saat
merasakan indahnya hidup saat berjumpa Sang Mesias.
Hidup adalah perjumpaan dan setiap perjumpaan pasti
memiliki makna, namun bergantung yang memaknai. Jika Yohanes Pembabtis memaknai
“Kepopulerannya” redup saat berjumpa dengan Yesus Sang Mesias,namun justru
bahagia, maka ia kemudian bercerita. Model bercerita itu berkelanjutan dan
banyak orang saling merasakan bahagia dengan perjumpaan, apalagi berjumpa
dengan Sang Mesias. Nah, pergumulan untuk kita semua adalah, mampukan kita menemukan
“Mesias” dalam setiap perjumpaan kehidupan kita dan dengannya kita kemudian
saling berbagi kisah pengalaman indah?
Dengan berbagi kisah indah, akan banyak orang “tertarik
dalam pusaran” cerita kebaikan. Seperti dua murid Yohanes,lalu Andreas dan
Simon yang semuanya kemudian mengikut Sang Kebaikan Sejati untuk selalu mengalami kebaikan setelah
mengalami perjumpaan, apakah kita juga berani untuk selalu menemukan Sang
Mesias dalam setiap perjumpaan kehidupan kita?
Oiya, Dalijo dan Sareh tadi mancingnya dapat banyak lho….
Selamat Meniti Hidup dengan aneka perjumpan kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar