JADILAH NOMOR SATU

Jumat, 13 Januari 2017

HARGA SEBUAH PERJUMPAAN


Dalijo berkisah kepada sahabat karibnya, Sareh.  Mereka sama-sama orang yang gemar memancing. Yang dikisahkan Dalijo adalah tentang sebuah lokasi sangat menyenangkan untuk kaum pemancing. Mendengar kisah itu, sahabat yang diberi kisah atau cerita tadi tertarik dan kemudian ikut ke tempat di mana ikan sangat banyak. Ikan yang sangat banyak adalah surga bagi orang yang memiliki hoby memancing.  Dan benar, setelah mengalami pengalaman hebat di tempat itu,
Kisah di atas adalah kisah tentang pengalaman hidup yang diceriterakan ulang. Pengalaman hidup yang indah, menarik serta menyenangkan yang diceritakan kepada siapa saja yang dijumpai. Menceriterakan pengalaman yang menyenangkan, meski bukan kewajiban dan juga mungkin tidak ada bayaran material yang diberikan,namun sering merupakan sebuah kepuasan yang tidak ternilai dengan materi, sberapapun besarnya.
Senada dengan cerita di atas, dalam sebuah narasi yang tertulis di Yohanes 1:29-42, perjumpaan yang menghadirkan raa indah dan bahagia menjadikan manusia saling berkisah tentang yang dialaminya. Dimulai dari Yohanes Pembabtis, saat mengalamai pengalaman Surga di sungai Yordan. Saat Yohanes berjumpa dengan murid-muridnya, ia menceriterakan siapa Mesias itu,dan saat Yesus, Sang Mesias itu kembali ia jumpai,Yohanes menceriterakan siapa Yesus dan itu menjadikan beberapa orang mengikuti Yesus. Model saling berkisah tentang pengalaman itu kemudian  berlanjut,karena setelah “diceritai” oleh Yohanes Pembabtis, dua muridnya kemudian “dengan sangat tega” meninggalkannya dan mengikuti Sang Mesias. Hal yang sama terjadi lagi, manakala dua murid itu berjumpa dengan dua orang lagi dan berkisah hal yang sama, pengalaman saat merasakan indahnya hidup saat berjumpa Sang Mesias.
Hidup adalah perjumpaan dan setiap perjumpaan pasti memiliki makna, namun bergantung yang memaknai. Jika Yohanes Pembabtis memaknai “Kepopulerannya” redup saat berjumpa dengan Yesus Sang Mesias,namun justru bahagia, maka ia kemudian bercerita. Model bercerita itu berkelanjutan dan banyak orang saling merasakan bahagia dengan perjumpaan, apalagi berjumpa dengan Sang Mesias. Nah, pergumulan untuk kita semua adalah, mampukan kita menemukan “Mesias” dalam setiap perjumpaan kehidupan kita dan dengannya kita kemudian saling berbagi kisah pengalaman indah?
Dengan berbagi kisah indah, akan banyak orang “tertarik dalam pusaran” cerita kebaikan. Seperti dua murid Yohanes,lalu Andreas dan Simon yang semuanya kemudian mengikut Sang Kebaikan Sejati  untuk selalu mengalami kebaikan setelah mengalami perjumpaan, apakah kita juga berani untuk selalu menemukan Sang Mesias dalam setiap perjumpaan kehidupan kita?
Oiya, Dalijo dan Sareh tadi mancingnya dapat banyak lho….
Selamat Meniti Hidup dengan aneka perjumpan kehidupan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar