MEMBENTUK
RASA PERCAYA DIRI ANAK
Dalam tahap perkembangannya, anak
selalu melewati tahap demi tahap. Tahapan untuk membentuk rasa percaya diri ini
sangat perlu diperhatikan. Mengapa perlu diperhatikan? Rasa percaya diri
merupakan dasar langkah awal bagi perkembangan anak ke tahap selanjutnya. Di
sinilah orang tua yang ikut berperan dalam pembentukan rasa percaya diri anak.
Ada empat pilar dalam
membentuk rasa percaya diri anak, yaitu
1.
Memiliki rasa pertalian atau ikatan
Rasa
pertalian ini mempunyai hubungan dengan orang yang terdekat, seperti orang tua,
saudara kandung, teman dan guru. Rasa pertalian ini juga ditentukan oleh
besarnya kenyamanan, kehangatan, keamanan, pengertian dan itikad baik yang
mewarnai hubungan.Kemarahan, frustasi dan komunikasi yang buruk akan merusak
rasa pertalian.Dengan memiliki rasa pertalian atau ikatan yang kuat dengan
orang lain yang dianggap penting akan membuat rasa percaya diri anak bertambah,
karena dari situ dia merasa ditrima,
merasa dimiliki dan merasa dirinya berguna atau berharga bagi orang lain.
2.
Memiliki rasa keunikan
Membantu
anak untuk merasa dirinya unik atau istimewa berarti, anak diberi banyak
kesempatan untuk mengekspresikan dirinya (secara lisan, fisik, bermain dan
dalam melaksanakan tugasnya). Memiliki rasa keunikan ini dapat meningkatkan
percaya diri, karena dari situ ia dapat mengetahui bahwa dirinya berbeda atau
istimewa dibandingkan orang lain.
3.
Memiliki rasa mampu
Memiliki
rasa mampu yang kuat berarti, seorang anak merasa bisa memberlakukan
pengaruhnya atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Untuk dapat seperti itu,
seseorang yang belum merasa dirinya mampu perlu mempelajari keahlian-keahlian
baru, diberi kesempatan untuk membuat suatu keputusan atau pilihan serta diberi
dukungan untuk memikul tanggung jawab.Dengan adanya keyakinan bahwa dirinya
memiliki kemampuan, secara otomatis rasa percaya diri itu akan tumbuh, karena
dari situ ia merasa yakin bahwa ia mampu menghadapi semua yang ada di
hadapannya.
4.
Memiliki rasa keteladanan
Menjadi
teladan bagi orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, karena
seseorang akan merasa bahwa dirinya menjadi panutan atau contoh bagi orang
lain. “teladan” merupakan sumber efektif jika hal-hal yang ditiru akan
menghasilkan pengalaman yang bermanfaat. Semakin banyak pengalaman yang
dimiliki seseorang maka makin besar pula rasa percaya dirinya bahwa ia mampu
menghadapi pengalaman baru lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar