JADILAH NOMOR SATU

Sabtu, 20 Februari 2016

untuk anak..

MEMBENTUK RASA PERCAYA DIRI ANAK
          Dalam tahap perkembangannya, anak selalu melewati tahap demi tahap. Tahapan untuk membentuk rasa percaya diri ini sangat perlu diperhatikan. Mengapa perlu diperhatikan? Rasa percaya diri merupakan dasar langkah awal bagi perkembangan anak ke tahap selanjutnya. Di sinilah orang tua yang ikut berperan dalam pembentukan rasa percaya diri anak.
Ada empat pilar dalam membentuk rasa percaya diri anak, yaitu
1.   Memiliki rasa pertalian atau ikatan
Rasa pertalian ini mempunyai hubungan dengan orang yang terdekat, seperti orang tua, saudara kandung, teman dan guru. Rasa pertalian ini juga ditentukan oleh besarnya kenyamanan, kehangatan, keamanan, pengertian dan itikad baik yang mewarnai hubungan.Kemarahan, frustasi dan komunikasi yang buruk akan merusak rasa pertalian.Dengan memiliki rasa pertalian atau ikatan yang kuat dengan orang lain yang dianggap penting akan membuat rasa percaya diri anak bertambah, karena dari situ  dia merasa ditrima, merasa dimiliki dan merasa dirinya berguna atau berharga bagi orang lain.
2.   Memiliki rasa keunikan
Membantu anak untuk merasa dirinya unik atau istimewa berarti, anak diberi banyak kesempatan untuk mengekspresikan dirinya (secara lisan, fisik, bermain dan dalam melaksanakan tugasnya). Memiliki rasa keunikan ini dapat meningkatkan percaya diri, karena dari situ ia dapat mengetahui bahwa dirinya berbeda atau istimewa dibandingkan orang lain.
3.   Memiliki rasa mampu
Memiliki rasa mampu yang kuat berarti, seorang anak merasa bisa memberlakukan pengaruhnya atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Untuk dapat seperti itu, seseorang yang belum merasa dirinya mampu perlu mempelajari keahlian-keahlian baru, diberi kesempatan untuk membuat suatu keputusan atau pilihan serta diberi dukungan untuk memikul tanggung jawab.Dengan adanya keyakinan bahwa dirinya memiliki kemampuan, secara otomatis rasa percaya diri itu akan tumbuh, karena dari situ ia merasa yakin bahwa ia mampu menghadapi semua yang ada di hadapannya.
4.   Memiliki rasa keteladanan

Menjadi teladan bagi orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, karena seseorang akan merasa bahwa dirinya menjadi panutan atau contoh bagi orang lain. “teladan” merupakan sumber efektif jika hal-hal yang ditiru akan menghasilkan pengalaman yang bermanfaat. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang maka makin besar pula rasa percaya dirinya bahwa ia mampu menghadapi pengalaman baru lainnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar