Makna Tangisan Yesus
Lukas 13;31-35
Pernahkah saudara-saudara
semua cermat membaca Alkitab dan
kemudian mendata seberapa banyak Yesus menangis?Atau juga menemukan Yesus
Tertawa terpingkal-pingkal?Bahkan pernahkan saudara menemukan laporan Alkitab
tentang Yesus yang tersenyum?Okelah, kalau memang belum pernah, tidak mengapa. Dalam
renungan minggu ini, kita diajak untuk merenungkan makna tangisan Yesus. Apakah
Yesus menangis karena beliau cengeng?Sepertinya tidak, karena di Alkitab hanya
ada dua laporan tentang Yesus yang
menangis, satunya lagi saat kematian Lazarus. Lalu mengapa Yesus Menangis?Orang
menangis biasanya karena kesedihan, meski tidak jarang juga karena kebahagiaan.
Narasi di Lukas 13:31-35 memang tidak berkisah secara
eksplisit tentang Yesus yang menangis. Namun dari nada dan kalimat yang
dituliskan Lukas, terkhusus ayat 34, saya menduga bahwa Yesus sedang menangis,
paling tidak sedang tenggelam dalam kepiluan yang mendalam. Mungkin baik
ditelusuri lagi tentang apakah benar Yesus menangis atau tidak ini dalam
sarasean-sarasean. Renungan ini hendak mengajak kita semua melihat apa yang
menyebabkan Yesus begitu masgul terhadap Yerusalam. Semua orang Yahudi berpandangan
bahwa Yerusalemlah pusat agama,pusat kebesaran iman,pusat segala yang baik dari
Allah hadir. Namun Yerusalem jugalah yang membunuh banyak Nabi-nabi, di
Yerusalem jugalah kejahatan terjadi. Ini yang membuat Yesus begitu pilu
menangisi Yerusalam. Peringatan para murid bahwa Herodes akan membunuhNya
semestinya membuat Yesus mundur, namun Yesus sadar akan tujuan hidup dan
panggilanNya. Yesus tetap maju untuk menghadapi penderitaan. Perlu disadari
bersama bahwa tangisan Yesus bukan karena penderitaan yang akan menghadang
namun karana kedegilan Yerusalem.
Gereja dipanggil
juga untuk menjadi Pahlawan, minimal pejuang perdamaian. Namun seringkali
justru gereja sibuk dengan intrik,sibuk dengan konflik,sibuk dengan
gesekan-gesekan. Gereja sibuk dengan
egoisme kelompok-kelompok yang membuat Perdamaian itu tidak terwujud, yang
membuat damai sejahtera itu tidak terasakan oleh seluruh dunia. Jangan-jangan
sebenarnya tangisan Yesus itu juga ditujukan kepada GKJ, gereja kita?Wah kalau
seperti itu, marilah di masa minggu sengsara ini kita bertobat, biar abu yang
pernah ada di dahi kita itu bermakna. Ayolah kita bertobat, agar Yesus tidak
menangis karena kita..
Salam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar