Setia,
Meski dalam Pencobaan
“Mas, mau ke mana, sepagi ini kok sudah rapi?Mau
pergi jauh ya?”, Tanya seorang gadis kepada tetangganya, seorang lelaki muda,
masih bujang. Lelaki itu berencana untuk menengok simbahnya yang tinggal di
kota yang berbeda. Jarak dari tempat tinggalnya sekitar empat jam perjalanan
dengan sepeda motor.
“Saya mau nengok simbah saya mbak, sudah lama
tidak berkabar”, Jawab lelaki muda itu ramah dan santun. “O..saya kira mau
pergi dekat-dekat sini saja mas, soalnya saya mau minta tolong mas untuk
menemani saya belanja untuk keperluan Pemuda gereja mas”,Jawab Perempuan muda yang sejatinya
menaruh rasa pada lelaki muda itu.
Lelaki muda itupun sejatinya juga menaruh
rasa terhadap perempuan itu. Muncul pergolakan batin yang hebat pada pemuda
itu. Pada satu sisi, ia mesti menengok simbahnya,yang sudah tua, jauh dan sudah
lama tidak berkabar. Juga rencana itu sudah dia rancang jauh-jauh hari namun
pada satu sisi, dia sedang mendapatkan kesempatan dekat dan mendekati perempuan
pujaannya. Kesempatan yang dia rasa jarang menyapanya.
“Nunggu apa lagi, sudah semakin siang, kamu kan
rencana tidak nginep. Segeralah berangkat,kasihan simbahmu”, Suara ibunya dari
dapur mengingatkannya. Lelaki itu melepas lamunannya dan kemudian segera
mempersiapkan sepeda motornya. Sambil menuntun motornya ke halaman, dia menyapa
perempuan tetangganya, perempuan yang sedang didambakannya itu. “Aku mesti nengok
simbah, lain waktu bisa aku mengantarkanmu”. Perempuan itu merespon dengan
senyum, senyum yang datar, entah apa
maksutnya.
Yang namanya godaan,pencobaan,gangguan hidup akan
selalu ada sepanjang manusia ini hidup.. godaan, gangguan,pencobaan itu akan
menyapa siapa saja, tidak peduli usia dan kondisi ekonomi, juga status sosial,
beragama atau tidak, agama A atau agama B, semua akan mengalami yang namanya
godaan. Yesuspun juga demikian. Ia digoga iblis sebanyak tiga kali, pertama
menyerang kebutuhan manusiawi,makan, kedua kekuasaan, sesuatu yang juga didamba
manusia dan ketiga menyerang sisi arogansi,kesombongan. Namun semua mampu
mematahkannya karena Yesus dekat dengan Kitab Suci dan juga sadar akan tujuan
hidupNya.
Dua tokoh kita dalam narasi ini kuat mengalahkan
godaan karena sadar akan tujuan dan juga mau mendengar suara lain, suara Kitab
Suci dan suara orangtua. Dan iblis, si Jahat itu akan selalu menyerang pada
sisi terlemah manusia. Lelaki muda tadi sedang lemah terhadap perempuaan
pujaannya, Yesus sesudah puasa empat puluh hari, juga sedang lemah pada sisi
kebutuhan makan. Namun semua bisa dikalahkan dengan tekad kuat dan bulat.
Selamat mengalahkan godaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar