JADILAH NOMOR SATU

Jumat, 12 Februari 2016

tentang kesetiaan

Setia, Meski dalam Pencobaan
“Mas, mau ke mana, sepagi ini kok sudah rapi?Mau pergi jauh ya?”, Tanya seorang gadis kepada tetangganya, seorang lelaki muda, masih bujang. Lelaki itu berencana untuk menengok simbahnya yang tinggal di kota yang berbeda. Jarak dari tempat tinggalnya sekitar empat jam perjalanan dengan sepeda motor.
“Saya mau nengok simbah saya mbak, sudah lama tidak berkabar”, Jawab lelaki muda itu ramah dan santun. “O..saya kira mau pergi dekat-dekat sini saja mas, soalnya saya mau minta tolong mas untuk menemani saya belanja untuk keperluan Pemuda gereja  mas”,Jawab Perempuan muda yang sejatinya menaruh rasa pada lelaki muda itu. 
Lelaki muda itupun sejatinya juga menaruh rasa terhadap perempuan itu. Muncul pergolakan batin yang hebat pada pemuda itu. Pada satu sisi, ia mesti menengok simbahnya,yang sudah tua, jauh dan sudah lama tidak berkabar. Juga rencana itu sudah dia rancang jauh-jauh hari namun pada satu sisi, dia sedang mendapatkan kesempatan dekat dan mendekati perempuan pujaannya. Kesempatan yang dia rasa jarang menyapanya.

“Nunggu apa lagi, sudah semakin siang, kamu kan rencana tidak nginep. Segeralah berangkat,kasihan simbahmu”, Suara ibunya dari dapur mengingatkannya. Lelaki itu melepas lamunannya dan kemudian segera mempersiapkan sepeda motornya. Sambil menuntun motornya ke halaman, dia menyapa perempuan tetangganya, perempuan yang sedang didambakannya itu. “Aku mesti nengok simbah, lain waktu bisa aku mengantarkanmu”. Perempuan itu merespon dengan senyum, senyum yang datar, entah apa  maksutnya.

Yang namanya godaan,pencobaan,gangguan hidup akan selalu ada sepanjang manusia ini hidup.. godaan, gangguan,pencobaan itu akan menyapa siapa saja, tidak peduli usia dan kondisi ekonomi, juga status sosial, beragama atau tidak, agama A atau agama B, semua akan mengalami yang namanya godaan. Yesuspun juga demikian. Ia digoga iblis sebanyak tiga kali, pertama menyerang kebutuhan manusiawi,makan, kedua kekuasaan, sesuatu yang juga didamba manusia dan ketiga menyerang sisi arogansi,kesombongan. Namun semua mampu mematahkannya karena Yesus dekat dengan Kitab Suci dan juga sadar akan tujuan hidupNya.

Dua tokoh kita dalam narasi ini kuat mengalahkan godaan karena sadar akan tujuan dan juga mau mendengar suara lain, suara Kitab Suci dan suara orangtua. Dan iblis, si Jahat itu akan selalu menyerang pada sisi terlemah manusia. Lelaki muda tadi sedang lemah terhadap perempuaan pujaannya, Yesus sesudah puasa empat puluh hari, juga sedang lemah pada sisi kebutuhan makan. Namun semua bisa dikalahkan dengan tekad kuat dan bulat.

Selamat mengalahkan godaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar