Setiap kita pastilah sudah pernah mengenal istilah undangan, yang artinya lebih kurang permohonan untuk.. Undangan resepsi berarti diundang untuk menghadiri resepsi, undangan rapat berarti diundang untuk mengikuti percakapan untuk membahas sesuatu hal dan undangan-undangan yang lain.
Refleksi sabda di minggu kedua bulan mei 2107 ini juga berkenaan dengan undangan. Dan undangan dalam permenungan Sabda di minggu ini adalah undangan untuk “Mengikuti Jejak Yesus”. Dalam undangan ini, manusia dan kita termasuk di dalamnya, manusia diajak untuk mengikuti jejak Yesus. Jejak kehidupan yang di dalamnya ada ikatan persekutuan. Undangan Yesus di sini sangat menekankan hakekat bersekutu, baik bersekutu “dengan” Yesus dan juga undangan “melalui” Yesus.
Undangan memasuki persekutuan “dengan” Yesus artinya selalu ada dalam keberadaan seperti yang Yesus kerjakan. Kalimat dalam Yohanes 14 ayat 3 dengan tegas menyatakan, “Supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada”. Ini sangat bermakna dalam bahwa Yesus mengajak kita semua untuk SELALU ada bersama Yesus. Bersama dengan ruh, jiwa, etos kerja dan juga spiritualitas Yesus. Sementara undangan untuk memasuki persekutuan memalui Yesus adalah ketika manusia selalu ada dalam jalan dan kebenaran dan hidup. Dua aspek penting tentang persekutuan dengan dan melalui Yesus akan menciptakan sebuah relasi indah antara manusia dengan Allah dalam karya Kristus.
Itulah syarat mutlak manusia untuk mengikuti jejak Yesus. Mengikuti jejak pelayanan yang penuh jiwa kemanusiaan, pelayanan yang membutuhkan totalitas pengorbanan, pelayanan yang dewasa dan tidak cengeng, pelayanan yang penuh derita dan duka. Namun di atas segalanya, manusia sejatinya sudah diberi anugerah dalam wujud pengampunan dosa sebagai “password” menuju kebahagian kekal bersama Yesus.
Kita selalu mendapatkan undangan itu dari Yesus, undangan untuk mengikuti semua jejak pelayanan Yesus yang begintu penuh dengan dinamika yang sempurna. Ada gelap, ada terang, ada siang ada malam, ada jauh ada dekat dan semuanya adalah wujud nyata bagaimana manusia, berani memilih untuk hidup dalam jejak kehidupan Yesus.
Pertanyaan reflektifnya adalah, sudahkah kita dengan totoalitas yang sempurna mau setia mengikuti Jejak Yesus?Jika sudah, silakan dijaga dan dipertahankan, namun jika belum, saat ini, saat saudara membaca renungan ini, saudara diundang untuk mengikuti semua Jejak Yesus. Oleh karena itu, segeralah mengambil keputusan untuk mengikuti jejak Yesus bagi yang belum dan pertahankan tetap setia mengikutiNya, jika sudah mengikuti semua jejak hidup Yesus.
Selamat Berjuang Mengikuti Jejak Yesus.
Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar